Thursday, July 24, 2008

Mewariskan Visi

Ketika Perang Khandaq, Rasulullah SAW ikut menggali parit bersama para sahabatnya. Saat menemukan batu besar yang keras, Rasulullah SAW dating dan membawa cangkulnya kemudian berkata, “Bismillah”, selanjutnya langsung memukulnya sekali pukulan, lalu berkata, “Allahuakbar. Telah diberikan kepadaku kunci-kunci kerajaan Syam, dan demi Allah saat ini aku benar-benar melihat istanaistananya yang penuh dengan gemerlap”
Para ulama’ shiroh memahami ungkapan Nabi ini sebagai suatu isyarat bagi sahabatnya pada waktu itu bahwa nanti Negara Syam akan ditaklukkan oleh Islam. Ungkapan Rasulullah ini telah terbukti benar yaitu Negara Syam dapat ditaklukkan oleh pasukan kaum muslimin setelah meninggalnya Rasulullah SAW. Salah satu pelajaran yang sangat penting dari kisah singkat itu, bahwa Rasulullah SAW telah “mewariskan sebuah visi” kepada para sahabatnya. Sedangkan dari sisi para sahabat, hal yang sangat mendasar adalah ‘kemampuannya untuk mewariskan visi ini kepada generasi sahabat berikutnya” sampai pada akhirnya visi ini tercapai.
Ada kesinambungan proses perjuangan dari generasi ke generasi yang konsisten, focus pada apa yang sedang ingin dicapai tanpa mengurangi sedikitpun, apalagi merubahnya.Maka menjadi keniscayaan bagi organisasi yang memiliki tujuan besar untuk mempertegas visinya agar perjuangan dapat diwariskan kepada generasi penerusnya secara jelas dan konsisten. Ust Ir Abd Kadir Baraja telah menyampaikan visi Al Hikmah 2025 kepada Wali Murid Baru KB, TK, SD, SMP dan SMA Al Hikmah pada tanggal 1 Juli 2007, dan juga kepada semua guru Al Hikmah pada tanggal 10 Juli 2007 dalam acara pembinaan awal tahun ajaran 2007-2008. Beliau mengatakan bahwa, pada tahun 2025 lulusan dari Al Hikmah diharapkan dapat diterima di 10 perguruan tinggi terbaik di dunia. Tanggung jawab berikutnya adalah, bagaimana visi dapat dimengerti, dapat dipahami dan dapat diperjuangkan dengan baik kepada seluruh komponen di Al Hikmah sampai pada akhirnya visi ini tercapai.
Lebih dari itu karena umur manusia terbatasa, ada empat hal penting yang perlu dilakukan agar visi besar ini terwariskan dengan baik. Pertama, memahami visi dengan benar. Setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan di Al Hikmah perlu memahami visi Al Hikmah 2025 dengan benar, mulai dari pengurus yayasan, pimpinan sekolah, para guru, karyawan, serta semua wali murid. Unsur-unsur yang perlu diketahui dengan baik agar dapat memahami visi ini yaitu dengan mengajukan pertanyaan model 5 W dan 1 H.
Kedua, meyakini visi dengan tulus. Pemahaman yang baik dan benar terhadap visi akan membuahkan keyakinan yang tulus terhadap visi itu. Kualitas keyakinan ini dapat pula didukung dengan melihat beberapa hal berikut ini yaitu: kesesuaian dan ketepatan visi dengan sejarah, nilai-nilai, dan paradigma Al Hikmah, visi dapat menjernihkan maksud dan arah Al Hikmah, jelas dan mudah dipahami, merupakan keunikan organisasi, dan mencerminkan cita-cita yang tinggi. Keyakinan yang tulus inilah yang akan menggerakkan setiap komponen untuk mewujudkannya.
Ketiga, bertekad untuk mewujudkannya. Bila visi telah diyakini maka tugas berikutnya adalah memperjuangkan untuk mewujudkannya. Untuk merealisasikan visi, maka setiap komponen harus bekerja keras, bekerjasama, dan focus pada visi yang ingin dicapai. Fokus bukan berarti stagnan, dan sempit, namun kita berorientasi kepada hasil akhir yang memang menjadi tujuan organisasi kita. Kelima, kesadaran untuk melanjutkan. Salah satu problem untuk mencapai cita-cita besar itu adalah adanya keberlanjutan dan kesinambungan dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi. Hampir dipastikan bahwa tidak ada pekerjaan besar yang dapat diselesaikan oleh satu generasi, atau dalam satu kurun waktu tertentu. Pekerjaan besar dan citacita besar pada umumnya memerlukan waktu yang sangat panjang, membutuhkan beberapa lapis generasi, beberapa masa kepemimpinan, dan beberapa tahun program. Untuk itu harus dipastikan bahwa kerja keras untuk mewujudkan visi dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Proses pewarisan inilah yang membutuhkan sikap kesadaran untuk melanjutkan agar visi besar itu tercapai dengan gemilang.
Posted by Hidayat at 07:34:27 | Permalink | No Comments »